Selasa, 18 Desember 2018

TAK BERUJUNG part 3

Setiap manusia punya cinta pertama dengan versinya masing-masing.
Setiap nadi yg mengalir, ada cinta yang hadir.
Aku, sebut saja si wanita keras kepala.
Sialnya aku terjebak dalam cinta pertamaku sendiri.
Setelah ku pikir-pikir kau memanglah cinta pertamaku, coba saja sampai saat ini perasaan kagum untukmu masih ada.

Fan, mungkin ini tulisan terakhirku untukmu.
Aku janji dalam diriku sendiri untuk tidak mengeluarkan airmata selama proses penulisan ini sampai selasai. Iya aku janji.
Kamu tau alasannya knp? Karena aku sudah terlalu lelah dan airmataku sudah terkuras habis karena mu. Hehe. Berlebihan ya? Maaf:")
Aku harap kamu nantinya bisa baca semua isi hati yg kutuliskan disini.
Kalau sudah berhasil membacanya, aku harap kamu jangan kesal ya, kesal karena aku temen kecilmu bisa bisa nya punya perasaan mendalam seperti ini.

Sebelum kamu membaca tulisan ini mungkin kamu akan membaca tulisan ku yg sebelumnya, agar berurut. Dari part 1-3.

Iya, untuk part 1 dan 2 banyak cerita manis. Manis menurutku sendiri, tidak menurutmu.
Banyak kejadian yg kualami denganmu.
Walau nyatanya kamu pun ngelakuinnya biasa aja, tapi aku pakai hati. Jadi aku kepedean deh hehe

Entah, aku selalu menyangkutpautkan tentang kita yg selalu makan hadap-hadapan padahal kita lg makan bareng2 sm temen lainnya.
Kamu tau gak? Waktu kita main ke curug sm temen kecil lainnya, kamu yg tiba tiba bawain sepatu aku. Aku yg disaat itu lg merekam momen dengan mirorles temen, padahal disaat itu aku gak terlalu ribet, cuma kamu yg begitu peka dan peduli untuk membawa sepatu. Dan lagi, ketika lampu motor ku mati kita sempet melipir sebentar untuk ke bengkel ternyata dengan sigapnya kamu ingin membayarkan total benerin lampuku yg mati, padahal di saat bersamaan temen yg kebetulan boncengin aku dia mau bayarin juga. Maksud kamu kayak gt apa fan? Bikin ku geer saja!
ada momen dimana kamu mengeluarkan sifat kehumorisan kamu ketika kita lg melipir karna kebetulan ban kamu tublles. Kamu tepat di depan pandangan ku fan, kamu manis. Kamu terlahir sebagai sosok malaikat yg dikirim tuhan, tp aku gak mampu memilikinnya.

Dan kamu tau hebatnya aku ketika aku berhasil bertahan saat aku tau kamu pacaran sm fina.
Aku senang, senang sekali ketika tau kamu dan fina hubungannya berakhir. Aku kira ini kesempatan emas untukku, karena kamu yg tiba tiba aneh ke aku, gak seperti biasanya!
Kamu selalu kirim dm yg manis, yg selalu bikin aku kepikiran, yg selalu bikin aku bolak balik cek in ig aku. Dan begitu bahagianya dapat dm dari kamu:) definisi kebahagiaan yg sederhana yah..

Teman kecil kita sudah ada yg memulai hidup baru, dan akhirnya kita kumpul! Yeay!
Aku bisa ketemu senyum manisnya kamu.
Kita kumpul seperti biasanya, kita kontekan untuk menanyakan posisi dimana. Ibaratkan, untuk temen cewek yg memegang alih aku, untuk temen cowok yg memegang alih kamu. Manis ya! Manis sekali seperti saat kita main galah asin waktu kecil yg selalu jd kapten di masing2 team. Kamu team cowok aku team ceweknya.
Lalu, di acara tersebut kita foto bareng lho, posisi aku tepat di samping kamu. Entah rencana apa yg sedang tuhan persiapkan, aku begitu bahagia.

Setelah beberapa minggu, ada hal yg membuat hatiku tertusuk tusuk. Sakit rasanya..
Kamu telah menemukan wanita yg bisa ngertiin kamu,
Wanita itu sangat beruntung ya bisa milikin kamu.

Aku yg berusaha untuk jangan kecewa dan biasa saja, ternyata kehancuran terjadi pada hatiku yg ku pupuk sedari dulu.
Fan,  kamu perlu tau.  Aku menjalani hubungan dengan lelaki yg pernah hadir dalam hidupku dengan setengah hati.  Karena apa?  Kamu yg memenangkan hati aku.
Jahat ya?  Jahat sekali bukan? Karena mu juga aku seperti ini.
Teruntuk mantanku,  yang tidak bertahan lama. Maafkan wanita yg pernah kau sayang ini. Maafkan...  Aku pun tak pernah mau ini terjadi, aku selalu menepis kejadian atau kemungkinan yg terjadi padaku.
Wlwpun begitu, aku pernah bahagia bersama kalian hey,  mantanku.  Terima kasih pernah bersama wlwpun tidak begitu lama. Kamu masih selalu ada dan selalu ku kenang, wlwpun ada yg kau ciptakan sakit untukku.  Tak apa aku ikhlas: )

Fan,
Bahagia selalu dengan malaikat kecilmu yaa.
Tak apa aku disini belum meraih kebahagiaan, aku selalu percaya tentang takdir Tuhan yang akan indah pada waktunya.
Sangat fiktif, bicara tentang waktu,  tapi aku selalu yakin.  Karena Tuhan maha perencana yg indah.
Manusia bisa merencanakan, tapi takdir Tuhan lah yang menentukan.

Ada lagu yang menggambarkanku karena terlalu mendamba dan tidak bisa apa apa,  kita cuma sekedar teman kecil yang punya hal konyol.

Hanin dhiya -Suatu Saat Nanti-
Meski perih ku Terima
Meski sakit ku nikmati
Tak mampu aku sedikitpun lupakan mu
Meski aku tak kan mungkin miliki dirimu
Suatu saat nanti kau kan mencintaiku
Dalam do'aku,  suatu saat nanti kau kan mencintaiku.

Oh iya fan, tgl 8 februari 2019 kita quality time untuk pertama kalinya loh setelah kita sudah berpisah dan jarak yg telah merubah kita.
Kita bercanda gurau, kamu cerita banyak hal tentang dunia gunung,  ya karena aku juga memiliki kesenangan yg sama denganmu tentang gunung. Kamu cerita apapun, mulai hal kecil pun kamu ceritain. Kamu pernah bilang ke aku kl kamu mau naik gunung untuk terakhir kalinya ke gunung merapi. Apa cuma aku saja yg kamu ceritakan keinginanmu itu? Atau kamu cerita juga ke malaikat kecilmu itu? Entah, aku bahagia bisa ngobrol berdua sm kamu. Kedai baper nama tempat yg begitu legend jika suatu saat kita tidak di takdirkan untuk bersama.
Dan...  Kamu siap buat nemenin aku naik gunung, keinginan pertama ku naik gunung yaitu gunung prau. Jika memang itu terealisasikan mungkin aku wanita yg paling beruntung memeluk alam dan bersyukur ada kamu dan seisi alam Tuhan yg maha indah,  fan.

Sangat berterima kasih tentang rencana Tuhan yg memang indah kl memang itu terjadi, bisa naik gunung berdua sm kamu. Hehe
Ah, mungkin cuma jd wacana, aku yg seneng tp mungkin kamu yg malah biasa saja.
Dasar wanita ya.

Sekarang aku bakal janji sm diriku sendiri untuk berhenti nangis ga jelas, karena aku mau belajar realistis tentang hidup,  terlebih tentang cinta.

Entah kapan cinta yg benar2 datang kepadaku fan, yg jelas aku pun ingin bahagia wlwpun bukan bersama denganmu:)

Semoga kamu mampu menemukan jati diri untuk membentuk kepribadianmu fan, sehat selalu dalam perjalanan panjang yg kamu impikan. Aku mengerti apa yg kamu pikirkan utk kehidupan di masa depan, semangat terus yaa..

Ku tutup cerita untuk mu ya fan.

Salamku,
Wanita pengagummu.


Senin, 10 September 2018

TAK BERUJUNG part 2

....
Kadang akupun tak pernah mengerti betapa kagumnya akan pribadi mu.
Kadang akupun merasa sangat bodoh tetap mengagumi bahkan tak ingin aku melepas genggaman rasa kagumku untukmu.
Hey..
Kenapa kamu tercipta bukan untuk aku miliki sekarang?
Kamu tercipta tidak sempurna tapi kamu akan bertemu dengan yg menyempurnakan mu.
Dan aku? Untuk sempurna saja mungkin sangat jauh dari pandangan..
Sudahlah, mungkin aku hanya seperti menggenggam udara yg tak nampak namun bisa dirasakan sangat.
....
Kita bertemu di suatu tempat, tanpa di sengaja.
Aku tak pernah berharap untuk bisa bertemu kamu, nyatanya memang aku selalu mempunyai perasaan yg kuat bahwa kamu ada di sekitarku.
Ya, bertemu kamu di sebuah toko buku ternama di daerah (tut..) kamu beserta kaka dan ibumu.
Aku mendengar dari loudspeaker, ada yg menyebut nama kakakmu, spontan aku terdiam. Kupikir hanya perasaan ku saja, ternyata benar itu keluargamu dan ada kamu juga disana.
Teman ku yg melihat mu duluan, aku sedang asyik melihat gitar di pajang.
Entah harus gimana sikap aku saat bertemu kamu, rasanya aku seperti gabisa menopang atau menahan sikap ku yg harusnya jingkrak-jingkrakan saat
Bertemu kamu, karena aku mengenal baik keluarga mu tak lupa aku menyalami mereka dan kau tentunya.. aaarghhh entah aku begitu bahagianya, pang! Sungguh.
Lelah rasanya di perjalanan arah pulang, aku membaringkan tubuhku dan memikirkan kembali, apakah ini skenario tuhan yg indah? seketika momen itu masuk ke momen terindah yg pernah ku dapati.
Oh iya, selama kita jauh.
Aku selalu memantaumu dari social media, aku tau siapa mantan kamu yg pernah hadir mewarnai harimu untuk menggantikan posisi aku sementara, karna kan ujungnya kamu akan menikah denganku bukan? Hehehe maaf aku terlalu egois, maaf sekali lagi..

Selamat beristirahat hari ini pangeran masa depan ku. Jangan pernah menyerah tuk meraih apa yg kamu inginkan. Aku akan mendoakanmu selalu..

Salam hangat.

Rabu, 20 Juni 2018

TAK BERUJUNG

Hai.
Aku ingin menceritakan sedikit atau mungkin banyak sampai ku benar-benar bosan mengingatnya.
Aku pernah berada di lingkungan dimana aku bermain gembira bersama teman kecil ku pada saat itu dan pada jamannya, entah mulai dari hal konyol atau pun hal yg gabisa di lupain bersama mereka, keseruan yg tercipta pun benar-benar nyata dan ada dengan sendirinya.

Aku bersyukur pernah mengenal mereka terlebih mengenal dirimu, dirimu satu lingkup teman kecilku.
Kau sudah tumbuh dewasa, namun nampaknya tetap saja sifat tengil mu tidak berubah. Tetap seperti itu karna aku menyukainya, kau yg begitu sederhana apa adanya, selalu seperti itu jangan pernah berubah ya.

Balik lagi, galah asin adalah salah satu permainan yg begitu fenomenal dimasa kecil ku. Apakah kalian ada yg tahu dengan permainan itu?
Kalaupun kalian tau dengan permainan tersebut, baiklah. Permainan itu terdiri beberapa team, dan ada satu kepala yg memimpin di masing2 team tersebut.
Dulu, hampir tiap malam aku dan bersama teman lainnya selalu bermain permainan tsb yg begitu mengasyikkan dilapangan badminton, aku bersama teamku dan kau bersama team mu. Team perempuan dengan team laki-laki, iya memang teman kecilku seimbang perempuan dan laki-lakinya. Aku memimpin team perempuan lalu kau memimpin team laki-laki, aku yg saat itu memang bukan menjadi wanita tulen, yg kalo main galah asin selalu jago. Dan kau tak kalah jago nya denganku. Kita pernah di ledekin dengan teman lainnya, aku dan kau pasangan yg cocok katanya. Maklum sajalah jaman kecil sukanya bercanda gurau.

Lalu, tak habis fikir nyatanya kau pun benar-benar menyukaiku. Aku pun mempunyai perasaan yg sama. Ah memang kau sangat konyol!
Akhirnya kita menjalani hubungan cinta monyet, karena pada saat itu kau dan aku masih sekolah, tepatnya sekolah menengah pertama. 
Kau fans fanatiknya persija, dimanapun persija akan bertanding kau akan menyempatkan waktu, sampai skrg pun kau tak berubah masih fanatik dengan persatuan sepak bola jakarta tsb.
Hubungan kita ga bertahan lama, aku inget banget cuma seminggu kita pacaran. Entah, entah apa yg membuat kamu menyudahi hubungan tsb, aku yg saat itu begitu menyayangimu.
Hey kau begitu sempurna bagiku.

Dan seiring berjalannya waktu, aku harus ikhlas melepasnya namun kau pun masih selalu ada untukku, kita masih komunikasian sampai aku pindah rumah pun kita masih saling berkabar.
Tahun ke tahun akhirnya kau pun menghilang, kita sudah jauh. Jarak yg membuat kita seperti ini.
Aku yg pernah berhasil melupakanmu namun pada akhirnya gagal melupakanmu.
Aku menganggap kita teman, teman kecil yg pernah bermain bersama. Aku tak mau mengingat bahwa pernah ada hubungan spesial di antara kita berdua.
Karena dengan seperti ini aku bisa terus melihat senyum manismu, melihat ketengilanmu, melihat kesederhanaan mu. 

Sudah bertahun-tahun kita ga ketemu, akhirnya di pertemukan dengan meet up sama temen kecil lainnya, betapa bahagianya aku saat itu bisa melihat kau yg sudah tumbuh dewasa. 
Hari-hari ku di hantui dengan dirimu, pikiranku yg terus-terusan memikirkanmu. Aku pernah menjalin hubungan dengan laki-laki lain, yg mampu mewarnai hidupku. Nyatanya aku gabisa lupain sosok seperti kamu, yg belum tentu memikirkan ku juga.
Dari banyaknya lelaki yg mencoba mendekati ku, tak ada yg seperti dirimu. Aku harus cari dimana sosok seperti dirimu lagi?
Nyatanya aku memang mengagumi mu teramat dalam.


Masih banyak lg cerita ttg dirimu, mungkin lain waktu akan ku sambung. Hey sehat terus ya, jadilah pribadi yg bermanfaat bagi orang lain. Jangan pernah menyerah jalani hidup. kamu pasti bisa, aku yakin!





Sabtu, 02 Juni 2018

PADA AKHIRNYA

Cinta memang tak benar-benar ada pada akhirnya.
Kau yg ku anggap begitu baik ternyata salah pada akhirnya.
Aku pernah terlalu begitu sayang dan pada akhirnya pernah terlalu begitu kecewa, atas dasar apapun yg kau lakukan begitu mencampakkan hati ini.
Tak pernah terfikirkan sedikit pun bahwa kau mampu melakukannya, kesalahan yg membuat ku benar-benar kecewa.
Dan memang, kau begitu egois lalu aku yg terlalu bodoh.
Tuhan menunjukkan jalan yg teramat benar untukku, bahwa kau memang bukan apa yg selama ini aku nantikan. Dan selayaknya patut untuk aku tinggalkan.
Cukup nyatanya aku harus berhenti, dan memulai lagi kehidupan ku selanjutnya.