Aku ingin menceritakan sedikit atau mungkin banyak sampai ku benar-benar bosan mengingatnya.
Aku pernah berada di lingkungan dimana aku bermain gembira bersama teman kecil ku pada saat itu dan pada jamannya, entah mulai dari hal konyol atau pun hal yg gabisa di lupain bersama mereka, keseruan yg tercipta pun benar-benar nyata dan ada dengan sendirinya.
Aku bersyukur pernah mengenal mereka terlebih mengenal dirimu, dirimu satu lingkup teman kecilku.
Kau sudah tumbuh dewasa, namun nampaknya tetap saja sifat tengil mu tidak berubah. Tetap seperti itu karna aku menyukainya, kau yg begitu sederhana apa adanya, selalu seperti itu jangan pernah berubah ya.
Balik lagi, galah asin adalah salah satu permainan yg begitu fenomenal dimasa kecil ku. Apakah kalian ada yg tahu dengan permainan itu?
Kalaupun kalian tau dengan permainan tersebut, baiklah. Permainan itu terdiri beberapa team, dan ada satu kepala yg memimpin di masing2 team tersebut.
Dulu, hampir tiap malam aku dan bersama teman lainnya selalu bermain permainan tsb yg begitu mengasyikkan dilapangan badminton, aku bersama teamku dan kau bersama team mu. Team perempuan dengan team laki-laki, iya memang teman kecilku seimbang perempuan dan laki-lakinya. Aku memimpin team perempuan lalu kau memimpin team laki-laki, aku yg saat itu memang bukan menjadi wanita tulen, yg kalo main galah asin selalu jago. Dan kau tak kalah jago nya denganku. Kita pernah di ledekin dengan teman lainnya, aku dan kau pasangan yg cocok katanya. Maklum sajalah jaman kecil sukanya bercanda gurau.
Lalu, tak habis fikir nyatanya kau pun benar-benar menyukaiku. Aku pun mempunyai perasaan yg sama. Ah memang kau sangat konyol!
Akhirnya kita menjalani hubungan cinta monyet, karena pada saat itu kau dan aku masih sekolah, tepatnya sekolah menengah pertama.
Kau fans fanatiknya persija, dimanapun persija akan bertanding kau akan menyempatkan waktu, sampai skrg pun kau tak berubah masih fanatik dengan persatuan sepak bola jakarta tsb.
Hubungan kita ga bertahan lama, aku inget banget cuma seminggu kita pacaran. Entah, entah apa yg membuat kamu menyudahi hubungan tsb, aku yg saat itu begitu menyayangimu.
Hey kau begitu sempurna bagiku.
Dan seiring berjalannya waktu, aku harus ikhlas melepasnya namun kau pun masih selalu ada untukku, kita masih komunikasian sampai aku pindah rumah pun kita masih saling berkabar.
Tahun ke tahun akhirnya kau pun menghilang, kita sudah jauh. Jarak yg membuat kita seperti ini.
Aku yg pernah berhasil melupakanmu namun pada akhirnya gagal melupakanmu.
Aku menganggap kita teman, teman kecil yg pernah bermain bersama. Aku tak mau mengingat bahwa pernah ada hubungan spesial di antara kita berdua.
Karena dengan seperti ini aku bisa terus melihat senyum manismu, melihat ketengilanmu, melihat kesederhanaan mu.
Sudah bertahun-tahun kita ga ketemu, akhirnya di pertemukan dengan meet up sama temen kecil lainnya, betapa bahagianya aku saat itu bisa melihat kau yg sudah tumbuh dewasa.
Hari-hari ku di hantui dengan dirimu, pikiranku yg terus-terusan memikirkanmu. Aku pernah menjalin hubungan dengan laki-laki lain, yg mampu mewarnai hidupku. Nyatanya aku gabisa lupain sosok seperti kamu, yg belum tentu memikirkan ku juga.
Dari banyaknya lelaki yg mencoba mendekati ku, tak ada yg seperti dirimu. Aku harus cari dimana sosok seperti dirimu lagi?
Nyatanya aku memang mengagumi mu teramat dalam.
Masih banyak lg cerita ttg dirimu, mungkin lain waktu akan ku sambung. Hey sehat terus ya, jadilah pribadi yg bermanfaat bagi orang lain. Jangan pernah menyerah jalani hidup. kamu pasti bisa, aku yakin!