Hai.
Sapaan yang sangat basi hahaha
Tentu tanpa sapa kita gak akan pernah saling mengenal.
Entah disini gue mau cerita tanpa kesedihan, tapi penuh tanda tanya(?)
Mulai dari mana ya, nyatanya saya bingung, tolong ada yg bisa bantu saya?
Sudahlah kau memang manusia yg terlalu banyak basa basi.
Oke lanjut.
This is miracle, kenapa saya bisa bilang seperti itu. Faktanya dan kejadiannya memang benar adanya, beberapa bulan yg lalu saya bertemu dengan seorang lelaki, di suatu tempat saya bekerja. Bisa di bilang kami sama sama karyawan disana, niat saya bekerja tentu bukan untuk mencari pujaan hati, benar benar tidak sama sekali. Terpikir untuk punya pacar aja engga, tp kl pengan punya moodbooster sih iya. Hehe munafik ya.
Saya yg sedang berusaha untuk menutup atau bisa di bilang belajar mengikhlaskan, atau kata lain realistis dengan apa apa yg saya idamkan terhadap teman kecil saya, iya ipang.
Dia yg membuat saya hidup dengan setengah hati, karena tentu siapa pemenang pemilik hati ini? Oh Tuhan apakah saya terlalu egois?
Ky namanya, sosok lelaki yg membuat saya heran dan bingung dengan pemikirannya. Saya sempat tidak ingin menggubris, tp dia lelaki yg pantang menyerah sebelum mendapatkannya, iya gak sih??
Sudah berkali kali saya tidak ingin memberi no kontak pribadi, tp dia tetap kekeuh. Dan pada akhirnya saya mulai penasaran dengannya.
Saya suka cara dia menatap saya, dahulu sebelum saya mengenalnya.
Bukan karna tatapan dia manis, tentu bukan.
Tatapan dia yg penuh arti, begitu tajam.