Minggu, 01 November 2020

KETIKA RENCANA DITULIS KEMBALI

Udah lama bgt Ruang Kisah ga sumbangsih ke blogger ini, terakhir aku berbagi cerita sekitar beberapa bulan yang lalu ketika perpisahan tragis ku dengan pasangan.

Tragis? Mungkin seperti nya begitu, karena for the first time aku mengalami hal yg terasa amat getir di dalam hidupku.

Belum ada cerita yg bisa ku bagikan kembali, karena aku sedang dalam proses healing for the heart. Memaknai setiap kejadian yg telah ku lalui...

Jadi, aku baru aja nemuin salah satu video literasi monolog gitu, dari salah satu akun ig @aziizazahra kalian bisa langsung Cek aja ke ig nya, karena video literasi #ceritatangan yang ia buat sangat relate bgt untuk kita yg sedang dilanda kegelisahan tentang cinta, hidup, tentu makna kisah yang lainnya.

Dengan berjudul “RENCANA” kali ini mba aziiza berhasil membuat saya termengu dengan video literasi nya. Karena di video tersebut menceritakan tentang kepada pembawa takdir, dan kita manusia yg selalu mempunyai rencana. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yg sering kita lontarkan disaat kita sedang melamun, tentang keinginan yg tak kunjung terwujud, tentang mimpi yg tak kunjung hadir. Overthinking sering kita rasakan di setiap jam-jam yg selalu membawa kita untuk berpikir lebih keras lagi. Ya begitulah hidup, bak seperti sayur tanpa garam, kl gada krikil krikil kehidupan hidup jadi biasa saja, gada gregetnya, yakaaannn. Hehehe

Oke untuk kalian yg penasaran apa sih Isi video literasi tersebut, mungkin ini bisa menjadi sebuah kata kata yg mampu menenangkan jiwamu yaa.

“RENCANA”

Hai,

Sudah berapa banyak takut yg kamu kalahkan untuk bisa menyulam Arah?

Berbenah ruang,

Menerka terang,

Kita tidak dihentak pelajaran dan tumbuh, untuk menjadi penakut yg hidup bukan?

Kalau begitu,

Ini rencanaku menyambut tanpa menunggu.

Batin menjadi cakra yang terbuka.

Satu pengecualian,

Untuk satu nama saja,

Bukankah buram kontras makna terbaca

Ketika pintu yang tertutup menemukan kunci nya?

Kepada pengisi ruang yang kuncinya hanya satu,

“Kamu dipersilahkan tanpa paksa”

Heu,

Berkelana saja dulu sepuasnya

Aku tidak terlalu khawatir pada langkah-langkah acakmu

Yang masih saja berbelit ragu

Karena pada waktu yang tepat,

Setiap pintu,

Selalu di ketuk takdirnya.


Gimana? Indah yaaa

semoga saja kata kata yg baru saja kutulis ulang kembali mampu membuat jiwamu lebih tegar dan lebih kuat lagi yaa.

Sampai berjumpa lagi di Ruang Kisah, see you.

Love