Senin, 10 September 2018

TAK BERUJUNG part 2

....
Kadang akupun tak pernah mengerti betapa kagumnya akan pribadi mu.
Kadang akupun merasa sangat bodoh tetap mengagumi bahkan tak ingin aku melepas genggaman rasa kagumku untukmu.
Hey..
Kenapa kamu tercipta bukan untuk aku miliki sekarang?
Kamu tercipta tidak sempurna tapi kamu akan bertemu dengan yg menyempurnakan mu.
Dan aku? Untuk sempurna saja mungkin sangat jauh dari pandangan..
Sudahlah, mungkin aku hanya seperti menggenggam udara yg tak nampak namun bisa dirasakan sangat.
....
Kita bertemu di suatu tempat, tanpa di sengaja.
Aku tak pernah berharap untuk bisa bertemu kamu, nyatanya memang aku selalu mempunyai perasaan yg kuat bahwa kamu ada di sekitarku.
Ya, bertemu kamu di sebuah toko buku ternama di daerah (tut..) kamu beserta kaka dan ibumu.
Aku mendengar dari loudspeaker, ada yg menyebut nama kakakmu, spontan aku terdiam. Kupikir hanya perasaan ku saja, ternyata benar itu keluargamu dan ada kamu juga disana.
Teman ku yg melihat mu duluan, aku sedang asyik melihat gitar di pajang.
Entah harus gimana sikap aku saat bertemu kamu, rasanya aku seperti gabisa menopang atau menahan sikap ku yg harusnya jingkrak-jingkrakan saat
Bertemu kamu, karena aku mengenal baik keluarga mu tak lupa aku menyalami mereka dan kau tentunya.. aaarghhh entah aku begitu bahagianya, pang! Sungguh.
Lelah rasanya di perjalanan arah pulang, aku membaringkan tubuhku dan memikirkan kembali, apakah ini skenario tuhan yg indah? seketika momen itu masuk ke momen terindah yg pernah ku dapati.
Oh iya, selama kita jauh.
Aku selalu memantaumu dari social media, aku tau siapa mantan kamu yg pernah hadir mewarnai harimu untuk menggantikan posisi aku sementara, karna kan ujungnya kamu akan menikah denganku bukan? Hehehe maaf aku terlalu egois, maaf sekali lagi..

Selamat beristirahat hari ini pangeran masa depan ku. Jangan pernah menyerah tuk meraih apa yg kamu inginkan. Aku akan mendoakanmu selalu..

Salam hangat.